KISAHKU DI BALIKPAPAN & BERAU

Surabaya, 14 Desember 2008

Kayaknya udah lama sekali aku absen dari Boyz Forum, karena schedule job yang cukup padat di luar kota Surabaya, yaitu di Balikpapan dan Berau, sejak tgl 27 November 2008 sampai dengan tgl 8 Desember 2008, dan begitu pulang sampai di rumah, yang namanya pekerjaan rutine sehari hari pada numpuk semua secara PLU kan hidupnya sendiri, gitow lho, and now ……… I am back, dengan sedikit cerita mengenai pengalaman aku selama berada di Balikpapan dan Berau.

Aku berangkat ke Kaltim untuk keperluan show bersama Prada ( member forum ini juga ) yang statusnya selain jadi temen aku, dia juga sekaligus menjadi make up artis aku, juga ada Paula, ex model iklan badut sabun DAIA, ikut ngebantu acara show aku menjadi MC, dan gak ketinggalan juga my adopted son ngikut juga buat nemenin mami di sono.

Image ImageImage

Acara show mami sendiri berjalan cukup sukses, masalahnya ada di Paula yang panik saat show berlangsung di Balikpapan, secara yang namanya sound system itu di awal acara berbunyi nguing ….nguing ….terus sehingga ada beberapa acara yang lupa dikerjakan, sehingga schedule acara jadi rada kacau, dan tentunya sebagai MC, dia mendapat kritikan yang cukup keras dari panitia penyelenggara, untungnya di Berau, kesalahan itu tidak terulang kembali, sehingga secara keseluruhan panitia penyelenggara panitia mengatakan cukup puas dengan penampilan kita semua ………. ya, syukurlah!

ImageImage


Berikut ini adalah kesan mami mengenai Balikpapan dan Berau:

1. Makanan, yang merupakan kebutuhan paling pokok buat aku selama di Balikpapan dan Berau gak jadi masalah, secara ternyata di sana banyak sekali yang jual makanan jawa timur khususnya Rawon, Pecel, Bebek Goreng ……….. maklum aja, penduduk di Balikpapan kebanyakan pendatang dari Jawa, sehingga bahasa Jawapun mereka juga ngerti dikit dikit, tapi harga makanan di sini lumayan mahal lho!

2. Jalan jalan di Balikpapan cukup asyik juga, karena ada beberapa mall yang lokasinya di pinggir pantai, sehingga kita bisa sekaligus JJ di pantai, malam harinya juga banyak café ato food court di pinggir pantai, trus ada juga taman tempat nongkrong atau ketemuan buat PLU namanya Taman Bekapai, tapi di Berau, kotanya kecil, kurang asyik untuk acara JJ secara di sono gak ada mall, gak ada bioskop, and gak ada tempat nongkrong buat PLU, so kita bener bener gak betah selama berada di Berau.

Image

3. Pertemanan PLU di Balikpapan juga cukup mengasyikkan, mereka kayaknya open ama PLU pendatang, sehingga kita bisa cepat akrab dan akhirnya kita punya 2 teman baru di Balikpapan yaitu Anjas dan Robby ( bukan nama sebenarnya = red ), sedangkan di Berau kebetulan kita tinggal di hotel yang pegawainya banyak PLU dari NTT.

Image

4. Tempat wisata di Balikpapan gak sempat kita kunjungi secara kita sibuk ngeber terus bersama temen lainnya, sedangkan di Berau kita JJ ke sungai besar yang ada di Kota, Museum, dan melihat Masjid yang cukup besar di sono.

Image


Ya ……. begitulah kesan mami tentang Balikpapan dan Berau, tapi kalo seandainya mami ditawarin tinggal di sono lebih lama, kayaknya ……… ogah deh, secara mami gak betah ama cuacanya yang bisa bikin keringatan kalo jalan agak lama, trus kulitnyanya itu jadi lepek / lengket, mungkin karena lokasinya di pinggir pantai, ditambah lagi struktur tanahnya itu naik turun kayak di pegunungan, bedanya kalo di pegunungan hawanya sejuk, sedangkan di Balikpapan panas, apalagi di Berau kagak ada Mall untuk tempat nongkrong, cuci mata sekaligus ngeceng, duh mana tahan bow …………..!

THE CITY OF ANGEL

Aku pergi ke Bangkok pertama kali sekitar tahun 1993, dan pada saat itu dunia informasi lewat internet masih belum secanggih sekarang ini, satu satunya informasi yang aku dapatkan mengenai Gay Entertainment di dunia luar hanyalah lewat sebuah buku panduan khusus traveling untuk para gay yang bernama SPARTACUS, dan buku tersebut menurut aku sangat membantu para PLU untuk bersosialisasi dengan para gay yang ada di semua negara dan sekaligus memberikan info tentang hiburan, tempat kumpul PLU, restaurant, hotel, termasuk kebiasaan / tata cara berkomunikasi di setiap negara yang tentunya berbeda beda.

Menurut aku di negara yang terkenal dengan gajah putih nya ini, sangat mendukung sekali kegiatan Gay / Transgender, khususnya dalam entertainment sex shownya, apalagi dengan berkembangnya tekhnologi komunikasi lewat internet seperti sekarang ini, boleh dibilang semua PLU di negara manapun pasti mengetahui bahwa Thailand adalah surga entertainment untuk para PLU yang paling baik di Asia, bahkan mungkin di seluruh dunia, secara menurut pengalaman aku di negara yang aku kunjungi tidak ada live gay sex show yang seheboh di Thailand, dan itulah sebabnya juga aku menyetujui kalau kota Bangkok sangat tepat sekali untuk mendapatkan julukan GRUNG THEP, atau The City Of Angel.

Berikut ini aku ceritakan berdasarkan pengalaman aku yang sudah pergi ke Bangkok sebanyak 7 kali , mengapa aku sangat setuju bahwa Bangkok adalah The City Of Angel dari sudut pandang Gay, atau mungkin seperti kota Sodom & Gomorah dari sudut pandang mereka yang menganggap dirinya “suci”.

1. Penginapan di kota Bangkok boleh dibilang relatif ekonomis dibandingkan dengan negara lain yang terkenal memberikan special entertainment untuk para Gay, misalkan Australia, Amerika, atau Belanda. Harga penginapan di Patpong – Bangkok yang bernama The Pavilion saat ini semalam bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp. 270.000,- untuk 2 orang, dengan fasilitas AC, Air Panas Dingin, Double Bed, jadi pengeluaran untuk penginapan di Bangkok selama 4 hari per orang cuma sekitar Rp. 540.000,-

2. Makanan di kota Bangkok sangat fantastis sekali buat orang Asia, khususnya buat orang Indonesia, selain lezat juga murah banget, meskipun makannya di warteg. Harga sepiring nasi berikut 2 macam lauk sekitar Rp. 9.000,- , kalau kamu mo pengen hemat lagi bungkus aja, terus beli nasi putih lagi yang harganya sekitar Rp. 3.000,- bisa kamu buat makan 2 kali, jadi pengeluaran untuk makanan di Bangkok selama 4 hari cuma sekitar Rp. 120.000,-

3. Transportasi di kota Bangkok juga sangat terjangkau, untuk penggunaan mono rail yang disebut BTS di kota Bangkok cuma sekitar Rp. 6.000,- sekali jalan, kalo kamu mo pake transportasi yang rutenya njlimet alias kagak terjangkau ama BTS bisa pake bajaj ala Thailand yang disebut Tuk Tuk, tapi kalo kamu datang ke Thailand ber 4 lebih baik menggunakan taxi.

4. Thailand Message Man 4 Man di kota Bangkok juga relatif murah, harga pijat selama 1 jam cuma sekitar Rp. 75.000,- untuk pemijat umum, tapi kalo kamu mau pilih pemijat yang keren dengan badan atletis harganya sekitar Rp. 150.000,- dan kalo kamu pijat sekaligus ngesex harganya sekitar Rp. 200.000,- sd Rp. 450.000,- tergantung kwalitas wajah dan body pemijatnya. Jasa pemijat seperti ini banyak sekali bertebaran di daerah Patpong-Bangkok dan Sukhumvit-Bangkok.

5. Sauna di kota Bangkok yang paling terkenal adalah Babylon, karena inilah sauna gay pertama kali yang ada di Bangkok, selain itu masih ada lagi sauna gay yang namanya Cakran dan Farose.

Semua tempat sauna untuk gay di sono selain steam room, kolam renang, dry sauna, perlengkapan fitnes, bilik kamar, shower room yang bisa dilihat secara umum, juga punya fasilitas yang namanya Dark Room yang berfungsi sebagai tempat sex orgy tapi kita tidak bisa melihat wajah lawan main sex kita karena tempatnya gelap total, kamu cuma bisa meraba dan berfantasi ngebayangin wajah siapa yang kamu ajak main sex di Dark Room ini, so hati hati kalo ngajak temen karena siapa tahu yang kamu ajak main sex itu temen kamu sendiri.

Babylon terkenal banyak bulenya yang datang, Cakran terkenal banyak Chinese / kelompok Executive, sedangkan di Farose terkenal banyak orang Thailand aslinya, dengan harga ticket sekali masuk sekitar Rp. 125.000,-

6. Gay Sex Show bisa dilihat dengan harga minuman sekitar Rp. 75.000,- saja kamu bisa nonton pertunjukan sex khusus untuk gay antara lain Go Go Boy yang udah dikasih nomor di celana dalamnya, so kamu bisa book gogo boy sesuai nomor CD nya dengan harga sekitar Rp. 350.000,- untuk memuaskan gairah sex kamu, trus ada pertunjukan f4cking show alias tempong tempongan, lipsing, dancing, k3nti show, erotic dancing di aquarium besar, dan ngleci show. Tempat show favorit aku di Bangkok yang menurut aku bagus adalah Tawan yang terkenal dengan muscle body show, Hot Male yang terkenal dengan circus f4cking show, Splash yang terkenal dengan Erotic Water Show, dan Jupiter yang terkenal dengan Cover Boy Show nya.

7. Discotiq khusus untuk Gay disertai pertunjukan singing, dancing and commedian adanya setiap hari Sabtu dan Minggu dengan harga ticket masuk sekitar Rp. 100.000,-.






8. Masyarakat di Thailand tidak mendiskriminasikan para gay / transgender sehingga para PLU benar benar merasa menjadi dirinya sendiri di kotanya sendiri tanpa rasa malu. Di Bangkok aku menjumpai ada pegawai Bank yang dendong pewong alias transgender, pegawai restoran lekong yang ngondek, pedagang kaki lima transgender, bahkan seorang petinju Internasional yang transgender pun pernah ada di Thailand.

Informasi ini dibuat khusus buat temen PLU yang ingin mengetahui traveling info mengenai Bangkok sekaligus ingin merasakan gimana sih enaknya hidup bebas menjadi seorang Gay disuatu tempat tanpa rasa malu dan minder, dengan resiko dosa ditanggung masing masing (buat elo yang mo nanya soal dosanya)!